Minggu, 14 Agustus 2016

Sejarah STIS

Hallo world,
Sudah pernah mendengar nama STIS? Mungkin beberapa orang sudah pernah mendengar nama ini tapi seperti
nya lebih banyak yang belum. STIS merupakan singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. Seperti namanya, sekolah tinggi ini mengajarkan disiplin ilmu statistik. Sekolah tinggi ini berada di Jakarta Timur tepatnya di Jalan Otto Iskandardinata nomor 64 C. Untuk lebih jelasnya lagi, yuk simak sejarah Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. 

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dahulu bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS). AIS berdiri berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri Indonesia (saat dijabat oleh Ir. H. Djuanda) Nomor 377/PM/1958 pada tanggal 11 Agustus 1958. AIS saat itu hanya menyelenggarakan pendidikan DIII. Pada awal mula berdiri AIS mendapat bantuan dana dan pengajar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga yang didirikan Indonesia yang bekerjasama dengan United Nation Development Program (UNDP) yaitu Statistical Research and Development Centre. 

Tahun 1964, BPS ingin mengembangkan lulusan AIS dengan membuka Perguruan Tinggi Ilmu Statistik (PTIS). Pengajar PTIS mengambil dari pengajar PBB dan alumni AIS. Namun PTIS hanya berdiri sekitar satu tahun, tahun 1965 Indonesia keluar dari keanggotaan PBB dan otomatis pengajar dari PBB ditarik kembali dan PTIS pun ditutup.Namun AIS masih tetap beroperasi. Mulai tahun 1995 BPS mulai mengusahakan untuk meningkatkan lulusan AIS yang DIII menjadi DIV.

Akhirnya, diterbitkan Surat Keputusan Nomor 295/D/T/97 Tanggal 24 Februari 1997 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang isinya mengizinkan BPS untuk menyelenggarakan program DIV, selanjutnya diterbitkan Keppres No.163 Tahun 1998 tentang STIS. Sehingga AIS resmi berubah menjadi STIS yang berada di bawah naungan BPS.


Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Gambar gedung berwarna cokelat itu merupakan gedung STIS. Namun sekarang kita tidak dapat melihat gedung itu karena sudah direnovasi dan diresmikan pada tahun 2008 oleh Kepala BPS saat itu, Dr. Rusman Heriawan.
Gedung STIS setelah direnovasi
Terlihat megah bukan? Gedung STIS yang baru ini terdiri dari tiga gedung, gedung satu terdiri dari empat lantai. Di sini terdapat, ruang rapat, ruang dosen, ruang pembantu ketua, dan ruang ketua STIS. Gedung dua terdiri dari enam lantai yang digunakan untuk kelas, perpustakaan, ruang dosen, dan laboratorium. Gedung tiga terdiri dari empat lantai yang digunakan untuk ruang kelas, BAAK, dan BAU. Gedung baru ini sudah sangat modern, seluruh ruang dilengkapi dengan AC yang membuat mahasiswa nyaman untuk belajar. Gedung satu dan dua pun juga dilengkapi dengan lift. 

STIS dari tahun ke tahun terus berkembang untuk menunjang kualitas ahli statistiknya demi keperluan perstatistikan negara yang diselenggarakan oleh BPS. Mulai tahun ini STIS tidak hanya menyelenggarakan program studi DIV saja, namun sekarang juga di buka kelas untuk DIII dan S-2. Khusus untuk program DIII hanya dibuka di beberapa daerah saja yaitu di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur, penempatannya nanti pun di daerah itu pula. 

Sekian sejarah singkat STIS, jadi makin tertarik kan masuk sini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar